Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Halo, Ada yang bisa kami bantu?
Mulai chat...

Serunya KOPDAR Media Pondok se-Malang Raya

Malang - Admin Media pondok pesantren se-Malang raya kembali menyelenggarakan Kopi Darat atau KOPDAR yang diadakan di Café Albar, Lowokwaru pada 09/01/20,  Terdapat 40 admin dari masing-masing pondok se-Malang Raya yang hadir pada acara spesial itu.


Ada beberapa agenda utama dalam pembahasan KOPDAR kali ini. Pembahasan pertama dimulai dengan musyarawah penentuan nama yang akan digunakan dalam komunitas ini. Dari beberapa usulan nama, disepakatilah satu nama yaitu Media Pondok Malang Raya.

Selain kesepakatan nama, KOPDAR ke-2 ini juga menghasilkan kesepakatan hastag yang digunakan bersama. Hastag ini berfungsi sebagai cara dalam mengenal satu pondok dengan pondok lain serta memudahkan orang dalam menemukan pondok pesantren di Malang. Hastag yang disepakati malam itu adalah #PondokMalang.

Pembahasan kedua menghasilkan kesepakatan terkait logo yang digunakan. Pembahasan yang dipimpin oleh salah satu admin dari Ponpes Gasek ini menghasilkan satu kesepakatan logo dengan filosofi berikut:

Filosofi Logo MPMR


Kelopak Bunga : terinspirasi dari tugu melati yang ada di jalan Ijen Malang depan museum Brawijaya, kenapa kelopak bunga? Hal ini karena untuk identitas Malang itu sendiri.

Selain itu kelopak bunga digambarkan 3 helai saja, hal ini dimaksudkan sebagaimana disebuab pondok itu ada Pengasuh (Kyai/Bu Nyai), Ustadz/h, dan Santri.

Pena : Pena adalah media dasar yang harus dipunyai seorang santri yang mana untuk menulis dan memaknani kitan kuning, kenapa pena? Hal ini untuk penggambaran seorang santri.

Perisai : perisai fungsinya untuk melindungi apapun yang perlu dilindungi dari serangan yang mengancam, sebagai mana era modern ini Media adalah alat tempur yang sangat efektif, sebab itu kita harus melwan juga dengan media.

Warna Hijau– penggambaran kita adalah warga NU

Warna Emas – kita adalah generasi santri yang harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan tetap berlandaskan Ahlussunah Waljamaah.

Font :  Terlihat tegas tapi kalem dalam mengambil sikap dan tidak grusah grusuh, sebagaimana karakter NU yang lebih mengutamakan Qur’an, Hadist Ijma’ dan Qiyas

Pembahasan dilanjutkan dengan pemilihan ketua media pondok pesantren se-Malang Raya. Pemilihan ketua diawali dengan penunjukan calon dari masing-masing wilayah. Kabupaten Malang diwakili dari PP An-Nur 2 Bululawang sementara dari ponpes Gasek mewakili kota Malang. Adapun dari Kota Batu tidak ada yang hadir.

Hasil voting menetapkan Zahro’u dari ponpes gasek sebagai ketua terpilih. Santri yang pernah menimba ilmu di Fakultas Ekomoni UM ini juga sebagai inisiator dari lahirnya komunitas ini.  “ini merupakan amanah dari Abah Marzuqi untuk menyatukan admin pondok se-Malang Raya” tuturnya.

Ada beberapa media sosial yang dikelola oleh masing-masing pondok. Mayoritas pondok telah memiliki akun media sosial seperti Instagram, facebook, fanspage, website,dan youtube. Sementara media sosial twitter dan podcast hanya dimiliki oleh beberapa pondok saja.

Dengan terbentuknya komunitas ini, diharapkan masing-masing admin pondok dapat berbagi ilmu dalam mengelola masing-masing akun media sosial. Tentang bagaimana cara membuat konten dan desain yang menarik. Serta bagaimana meningkatkan jumlah follower dan subscriber.

Terkait rencana KOPDAR berikutnya menjadi pembahasan yang menutup pertemuan malam itu. Ada 3 Agenda utama yang disepakati dalam setiap KOPDAR yaitu, sowan kiai, sharing ilmu, dan pelatihan.

Ponpes Gasek terpilih sebagai lokasi untuk KOPDAR ke-3. Lanjutan dari KOPDAR ke-2 ini akan dilaksakan pada minggu pertama bulan Februari tahun 2020.

KH. Marzuqi Mustamar menjadi tujuan sowan kiai dalam KOPDAR ke-3. Sowan ini juga sekaligus meminta restu kepada beliau selaku ketua PWNU Jawa Timur. Sementara agenda sharing materi dan pelatihannya secara khusus tentang pengembangan akun media sosial youtube.

Sumber : Nun Media

Tags :

Posting Komentar