Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Halo, Ada yang bisa kami bantu?
Mulai chat...

Al-Qur'an Beserta Keberkahannya dan Orang-orang Ulul Albab

Assalamualaikum Wr. Wb.

Al-Qur’an adalah mu’jizat yang diturunkan oleh Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Bagi umat islam, Al-Qur’an adalah kitab suci yang dimana harus diimani keberadaannya.



Bukan tanpa alasan mengapa umat islam harus mengimani Al-Qur’an. Pastilah didalamnya terdapat banyak keistimewaannya dan membawa keberkahan tersendiri. Selain itu Al-Qur’an juga mampu menyafaati siapapun yang mau menjaganya (dalam artian mempelajarinya, terlebih-lebih menghafalkannya juga).

Hal ini penjelasan secara umumnya. Bagaiamana dengan penjelasan secara detailnya? Mari bersama menyimak penjelasan dari Abuya KH. Abdul Mun’im Syadzili sebagai berikut: Pada hari Selasa, 25 Februari 2020, tepatnya seusai sholat Dhuha di PPSQ Asy-Syadzili Sumberpasir, kami selaku santri mengikuti kegiatan mengaji sorogan yang langsung disampaikan oleh guru kami yakni Abuya KH. Abdul Mun’im Syadzili.

Di waktu tersebut Abuya membuka penjelasan terkait Al-Qur’an yang penuh berkah dan orang-orang yang Ulul Albab.

Dalam surat Shaad ayat 29, Alah berfirman:

 كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ 

Penjelasan Abuya terkait ayat di atas seperti ini, “Al-Qur’an (itu) adalah kitab yang diturunkan oleh Allah dan diberkahi, keberkahan Al-Qur’an sangat luar biasa. Dengan Al-Qur’an orang akan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat”

 Hal ini Abuya menguatkan dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:


 اِقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُعَذِّبُ قَلْبًا وَعَى الْقُرْآن وَإِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ مَأْدُبَةُ اللهِ فَمَنْ دَخَلَ فِيْهِ فَهُوَ آمِنْ وَمَنْ أَحَبَّ الْقُرْآنَ فَاَبْشِرْ 

Penjelasan Abuya terkait hadist di atas seperti ini “hafalkan Alqur’an Allah tidak akan menyiksa hati yang menyimpan Al-Qur’an. Dan sesungguhnya Al-Qur’an adalah perjamuan Allah dan barang siapa yang masuk kedalamnya, maka akan merasakan kesentosaan. Barang siapa cinta kepada Al-Qur’an, maka bergembiralah. (itu mubarokun)”

Sebenarnya tujuan dari diturunkannya Al-Quran agar kita semua bertadabbur dengan ayat-ayat didalamnya dan bagi orang-orang Ulul Albab mau mengambil pelajaran dan nasehat dari Al-Qur’an. Jika kedua hal tersebut terjadi, maka adanya Al-Qur’an yang terpatri dalam diri kita tidak ada artinya. Abuya melanjutkan penjelasan terkait “orang-orang Ulul Albab itu siapa?”. Surat yang paling lengkap menjelaskan tentang Ulul Albab adalah surat Az-Zumar.

Diantaranya pada ayat 9:

 أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ 

Penjelasan Abuya terkait ayat di atas seperti ini “bagaimana hasil dari tadzakkurnya orang Ulul Albab?. Yakni, yang sangat nurut kepada Allah dan selalu ibadah kepada Allah di waktu siang maupun malam. Melakukan hal-hal baik tanpa tergantung waktu. Entah malam entah siang. Karena di dalam hati mereka takut akan siksaan akhirat dan selalu mengharapkan rengkuh kasih Allah. Hal tersebut didasari dengan menggabungkan al-roja’(harapan) dan al-khouf (khawatir).

Dalam artian penuh pengharapan akan rahmatnya Allah dan hatinya selalu dipenuhi rasa khawatir mengapa belum mampu menjadi hamba yang baik sebaik-baiknya.

Hal ini dikuatkan dengan penjelasan “harus berbeda antara orang yang memiliki ilmu dengan yang tidak” sudah pasti, apabila sikap, tingkah, dan semacamnya yang dilakukan oleh orang berilmu itu sama dengan orang tidak berilmu. Maka ilmu tersebut tidak ada artinya. Karena semakin berilmu seseorang maka (mestinya) semakin faham dengan apa yang akan dilakukannya.

Abuya memperingatkan apabila kita berharap menjadi orang Ulul Albab, maka alangkah baiknya kita untuk tidak sombong meskipun kita semua sudah ikut ngaji ratusan bahkan ribuan kali. Bahkan sampai tak mau mengikuti pengajian lagi. Hal ini sangat disayangkan. Padahal didalam tiap-tiap majlis ilmu terdapat nasehat-nasehat yang disampaikan, tersurat maupun tersirat.

Dengan nasehat tersebut kita mampu mengambil hikmah didalamnya hingga mampu mengaplikasikannya dalam diri kita. Hikmah bagi orang mukmin adalah suatu barang yang hilang dan sangat berharga. Dimanapun tempatnya hikmah bias diambil. Maka dari itu kita harus menemukan hikmah dimanapun tempatnya dan lebih-lebih kita mengambil semua kebaikan didalamnya dan kita ikuti.

Dalam surat Az-Zumar ayat 21:

 أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya: “Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal”.

 Abuya melanjutkan penjelasan dengan demikian “Dunia sangat indah gemerlapnya hingga mampu menyilaukan mata kita. Akan tetapi adanya gemerlapnya dunia tersebut tidak artinya dan tidak ada apa-apanya di hadapan Allah”.

 Abuya menguatkan dengan hadist sebagai berikut :

 إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ وَمَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا 

“Dunia dilaknat oleh Allah apapun yang ada di dalam dunia, kecuali dzikir kepada Allah dan apa yang mengiringinya dan orang-orang alim dan mutaallim”.

Dengan penjelasan tersebut, orang yang Ulul Albab menyadari gemerlap indahnya dunia yang diidamkan oleh orang-orang pada umumnya dan siapapun yang tertipu dengan dunia ini. Pada akhirnya semua akan sirna dan tidak ada artinya di hadapan Allah.

Akan tetapi hanya amal-amal baik yang akan kita temukan kelak di sisi Allah. Abuya menutup sorogan kali ini dengan berdoa demikian:

 اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أُوْلِى الْأَلْبَابِ ---آمين--(... الفاتحة) 

Wassalamualaikum Wr. Wb. Salam Ta’dhzim Kami, Creator Team Asy-Syadzili Center 16 Maret 2020 M / 21 Rojab 1441 H Sumberpasir, Pakis, Malang.

Tags :

Posting Komentar