Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Halo, Ada yang bisa kami bantu?
Mulai chat...

Sikap PPSQ Asy-Syadzili Menghadapi Virus COVID-19 (Corona)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hampir empat bulan terakhir, dunia sedang dirisaukan dengan wabah penyakit yang pertama kali muncul di kota Wuhan, China, yakni virus COVID-19 atau biasa disebut dengan virus Corona. Virus ini menyebar dengan cepat di pelosok kota Wuhan. Tanpa disadari, sekarang ini sudah menyebar ke beberapa negara, termasuk negara kita, Indonesia. Dengan keadaan yang semakin kesini semakin genting dan mengkhawatirkan seluruh bangsa.



Presiden Jokowi memberikan kebijakan untuk menerapkan lockdown (isolasi) di daerah-daerah di Indonesia. Supaya menjadi lantaran untuk pencegahan dari virus COVID-19 (Corona) dan antisipasi dalam menghindari terjangkitnya virus tersebut. Dijalankannya kebijakan ini juga atas pertimbangan pemerintah daerah dan kondisi di daerah masing-masing. Jadi penerapan ini belum merata ke seluruh pelosok Indonesia.

Setelah Presiden memberikan kebijakan, kebijakan ini dilanjutkan oleh pemerintah daerah, hingga sampai pada kota Malang. Dimana PPSQ Asy-Syadzili, Sumberpasir, berada. Dengan adanya informasi terkait pencegahan dari virus COVID-19 (Corona) dan antisipasi dalam menghindari terjangkitnya virus tersebut,

Ketua YPS. Asy-Syadzili serta seluruh keluarga besar PPSQ Asy-Syadzili mengeluarkan Maklumat (yang akan dilampirkan di akhir pembahasan) yang di dalamnya berisi tentang sikap pencegahan dari virus COVID-19 (Corona) dan antisipasi dalam menghindari terjangkitnya virus tersebut.

Dengan adanya Maklumat ini, Keluarga Besar PPSQ Asy-Syadzili mengkhawatirkan atas kesehatan para santri dan ini sebagai bentuk ikhtiar dalam menghadapi virus COVID-19 (Corona) di PPSQ Asy-Syadzili,


Fenomena ini menjadi sangat akrab diperbincangkan di kalangan masyarakat umum, hingga pada pengajian sorogan usai sholat Dhuha oleh Abuya KH. Abdul Mun’im Syadzili (selaku pengasuh PPSQ Asy-Syadzili Sumberpasir) pada hari Senin, 16 Maret 2020.

Abuya sangat khawatir atas kejadian fenomena ini. Abuya menceritakan tentang dawuh/tulisan 15 tahun yang lalu dari seorang wali yang bernama Habib Abu Bakar Masyhur al-‘Adni, yang menyebutkan demikian “salah satu diantara tanda-tanda kiamat adalah munculnya penyakit-penyakit yang salah satunya disebabkan oleh virus Corona.

Dalam kitabnya sudah tertulis demikian. Tulisan ini sudah ada sejak 15 tahun yang lalu. Jauh sebelum orang-orang sekarang mengetahui tentang virus Corona”. Abuya menambahkan “Sejelek-jeleknya orang muslim adalah yang  menemui datangnya hari kiamat. Masak kita termasuk itu (orang-orang itu)?. Naudzubillah min dzalik.”

Saking memprihatinkannya virus ini, di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah Thowaf ditutup sementara hingga penerbangan Internasional diberhentikan (sementara) juga. Hal ini menyebabkan tidak ada kegiatan ibadah umroh sampai semua dirasa aman. Di Indonesia, kegiatan berziaroh
Abuya mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan kegiatan sekolah formal. Akan tetapi Abuya tidak berkenan untuk meliburkan kegiatan kepesantrenan, karena apabila pondok pesantren diliburkan malah makin membuat genting keadaan. Sampai Abuya dawuh demikian “apabila pondok pesantren diliburkan, maka kiamat akan benar-benar terjadi. Justru mestinya kita sebagai santri memiliki kewajiban untuk taqorrub kepada Allah. Bersama-sama kita qiyamul lail dan membaca istighfar. Sekarang ini kita benar-benar menjadi “pejuang””.

Abuya menguatkan dengan menyebutkan potongan ayat 31 dari Surat An-Nur, Allah berfirman:

وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”.

Disini kita semua harus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi yang lain, dengan apa? Dengan cara kita berdoa dengan maksimal, taqorrub dan bertaubat kepada Allah, dan memohon ampunan atas segala dosa. (InsyaAllah) Dengan keberkahan atas doa tersebut, semoga Allah segera menghilangkan virus COVID-19 (Corona) dan semoga kita semua tidak termasuk orang-orang yang menemui hari kiamat. Selain itu ikhtiar berupa doa,

Abuya juga menyampaikan ikhtiar berupa usaha/sikap. Seperti menjaga untuk daimul wudhu’, menjaga kebersihan, dan lebih memperketat untuk keluar masuk pesantren (interaksi dengan orang luar). Jadi, sementara kegiatan luar pesantren yang sifatnya berkenaan dengan santri maupun wali santri atau orang-orang yang mempunyai hubungan dengan pesantren diberhentikan sementara.

Karena untuk mengantisipasi dari segala kemungkinan. Karena di pondok pesantren, kita semua berkumpul bersama, apabila ada yang tertular satu santri, maka yang lain juga memungkinkan untuk tertular juga. Selain itu, (insyaAllah) kegiatan sholat jum’at sementara akan dilakukan di masjid PPSQ Asy-Syadzili.

Selain penjelasan di atas, Abuya menambahkan terkait etika dalam bersin, seperti menutup mulut dan berdoa ketika bersin. Dan membaca istighfar ketika qiyamul lail (ijazah dari gurunya Abuya) Supaya kita semua terhindar dari penyakit.

Adanya Maklumat (yang akan dilampirkan di akhir pembahasan) yang dikeluarkan oleh keluarga besar PPSQ Asy-Syadzili atas rekomendasi dari Gus dr. Mufid, Gus dr. Mansyur, dan dr. Hani, yang beliau bertiga adalah dari Bani Syadzili.
-----
Abuya memberikan informasi tambahan, ketika menjalankan kegiatan Hizb Qur’an (insyaAllah dijelaskan di pembahasan yang akan datang) sekalian memperingati Haul guru qur’annya Abuya, yakni Kyai Miftah Abu Amar dan juga memperingati harlah NU.

Terakhir Abuya menutup pengajian sorogan dengan dawuh “Apa yang tertera di Maklumat harus benar-benar kita lakukan. Semoga dengan kiat-kiat ikhtiar kita ini, kita terhindar dari segala marabahaya”. (Aamien… Al-Fatihah)
-----
“Pepiling damel kito sedanten untuk selalu ikhtiar secara dhohir ugi batin. Enten e kejadian niki, supados kito sedanten langkung berusaha taqorrub dating Allah, nedi pengapurane atas sedanten e kesalahan (taubat). Mugi-mugi ikhtiar kito sedanten diterami kalean Allah ugi barokah supados kito sedanten terhindar saking marabahaya kalean termasuk ten lebete golongan tiyang-tiyang ingkang sholih”.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Ta’dhzim Kami,
Creator Team Asy-Syadzili Center
Selasa,17 Maret 2020 M / 22 Rojab 1441 H
Sumberpasir, Pakis, Malang.

Tags :

Posting Komentar