Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Halo, Ada yang bisa kami bantu?
Mulai chat...

Bal'am Bin Ba'ura Dan Do'a Nabi Musa


 

Assalamualaikum, wr.wb

 

Wahai pembaca rahimakumullah. Kali ini Abuya dalam kajian Dhuha beliau membahas tentang penyebab su’ul khotimah. Dan salah satu dari penyebab tersebut akan kami uraikan dalam kisah berikut :

Masih ingatkah kita akan kisah seorang ulama di zaman Nabi Musa AS bernama Bal’am bin Ba’ura? Seorang ulama’ bani isra’il yang diberikan keistimewaan oleh Allah SWT dengan do’a yang mustajabah namun diakhir hayatnya dilaknat oleh Allah SWT.

Bal’am bin Ba’ura (dalam bahasa Ibrani disebut dengan Bileam putra Boer) termasuk ulama’ yang dekat dengan Nabi Musa AS. Karena kedekatanya dengan Nabi Musa ia dipercaya untuk mengemban sebuah amanah untuk berdakwah di kota Madyan. Sebab pada saat itu kota Madyan dipenuhi kemaksiatan dengan menyembah patung-patung dan berhala.

Tak lama kemudian, Berita kedatangan Bal'am sampai ke telinga raja Balqa’ (versi latin menyebutnya dengan Balaak) penguasa kota Madyan. Mengetahui jika Nabi Musa mengirim utusan padanya, raja Balqa’ ketakutan karena di hari itu Bani Israil sudah berhasil menaklukkan dua raja Jordan, yang kekuasaanya terletak tidak jauh dari Madyan.

Saat Bal’am bin Ba’ura sampai ke kota Madyan, sang raja mencoba untuk menyuap ulama’ ini. Bal’am disambut dengan meriah, kemudian diberi tempat tinggal besar dan dilayani oleh hamba sahaya yang banyak.

Bal’am merasa malu untuk menolak pemberian tersebut, dan pada akhirnya menerimanya begitu saja. Raja Balqa’ melihat hal ini sebagai kesempatan baginya untuk memanfaatkan doa-doa Bal’am yang dikenal mustajabah itu.

Tak lama kemudian datanglah kabar bahwa rombongan Nabi Musa akan datang menuju Syam. Raja Balqa’ dengan dibantu para pimpinan kota-pun datang menuju rumah Bal’am dan memintanya untuk mendoakan agar rombongan Nabi Musa celaka.

Awalnya Bal’am menolak dan berujar “Bagaimana aku bisa mengutuk orang yang memiliki malaikat bersamanya?”

Namun Raja dan penduduk Madyan terus mendesak agar Bal’am mau berdo’a dan mengutuk bani Israel. Sehingga dengan terpaksa Bal’am mengucapkan do’anya. Hal ini membuat Bani Isra’il terjebak dalam padang At-Tih selama 40 tahun. Bahkan hal itu menyebabkan Nabi Harun wafat, kemudian disusul Nabi Musa di bukit Thursina.

Diakhir hayatnya Nabi Musa bertanya pada Allah. “Wahai tuhanku, sebab apa kami terjebak disini?”

“Sebab do’anya Bal’am” jawab Allah.

“Sebagaimana engkau mengabulkan do’anya, maka kabulkan pula do’a hamba.” Pinta Nabi Musa. Nabi Musa kemudian meminta agar mencabut kemuliaan dalam diri Bal’am. Allah-pun mengabulkan do’a beliau sehingga kutukan itu hilang dan berbalik menimpa penduduk negri Madyan.

Bal’am sendiri dikutuk sehingga lidahnya menjutai ke dada seperti hewan. Di lain pihak rombongan Bani Isra’il akhirnya mampu melanjutkan perjalanan dibawah pimpinan Yusya’ bin Nun.

Raja Balqa’ heran dan segera meminta Bal’am untuk mengutuk rombongan Yusya’ namun Bal’am sudah kehilangan kemustajabanya. Dan dari sinilah akhir dari kemulianya.

Bileam bin Boer versi Alkitab, karya Gustav Jaeger

Dari kisah tersebut, Abuya menjabarkan bahwa ciri-ciri Ulama’ yang buruk adalah mereka yang dekat dengan Umara’. Beliau juga menyebutkan bahwa uang riswah atau sogokan dari para pemimpin akan menjadikan seseorang wafat dalam keadaan su’ul khatimah.

Sama seperti kisah Bal’am bin Ba’ura diatas. Ia malu untuk menolak permintaan raja Balqa’ dan berbalik mengutuk Nabi Musa sebab suap yang ia terima. Bahkan setelah itu Bal’am bin Ba’ura menyarankan raja Balqa’ agar mengirimkan para pezina untuk menggoda rombongan Yusya' bin Nun di perkemahan mereka.

Al-Qur’an kemudian mengabadikan penyimpangan yang dilakukan oleh Bal’am ini dalam ayat berikut.

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ (175

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. “ (Q.S al- A’raf : 175)

Mengenai fasal ini, Abuya menyebutkan kisah lain. Ada seorang ahli Ibadah yang mana antara dia dan surga sudah sedekat satu hasta. Namun, ia melakukan perbuatan ahli neraka.Sehingga masuklah ia kedalam neraka.

Maka dari itu, berhati-hatilah akan penyebab su’ul khatimah. Sebab walaupun engkau memiliki pangkat yang bahkan langit selalu mendengar do’amu, kemungkinan untuk tersesat di bumi masih lapang.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang diwafatkan dalam keadaan khusnul khatimah, Amiin…


Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

Salam Ta’dhzim Kami,

Santripasir Media Creative (Journalist Team)

19 Oktober 2020 M / 02 Rabi'ul Awwal 1442 H

Sumberpasir, Pakis, Malang.

 

 

Tags :

Posting Komentar