Garis edar tata surya dalam Al-Qur'an

 Garis edar tata surya dalam Al-Qur'an



Tata surya adalah sekumpulan benda langit, terdiri dari sebuah bintang sebagai pusat garis edar, yaitu matahari, dan keseluruhan objek yang terikat oleh sebuah gaya gravitasi.


Penemuan tata surya di awali dari beberapa hipotesis (anggapan dasar) yaitu, hipotesis nebula, hipotesis planetesimal, hipotesis protoplanet dan lainya. Berawal dari hipotesis awal dan adanya teleskop refraktor "GALILEO GALILEI" , Galileo Galilei sendiri adalah ilmuwan sejati. Yang menguasai beragam cabang ilmu mulai astronomi, filsafat hingga fisika, beliau sendiri lahir di Italia yang pada 15 Februari 1564. Tak diragukan lagi kontribusinya sebagai salah satu pilar ilmu pengetahuan modern yang sangat penting.



Maka mulai banyaklah teori-teori dan penjelasan megenai tata surya, padahal ± 950 tahun sebelumnya, telah difirmankan dalam Al-Qur'an NYA pada beberapa ayat yang membahas mengenai garis edar tata surya, ayat ayat itu antara lain Al-anbiya - 33, Yasin - 40.



QS. Al-anbiya - 33


وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ


"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya"



QS. Yasin - 40


لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۗوَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ


"Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya."

0 Komentar